Most Post

Perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya

Perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya                 Masa KH Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh).                 Riwayat...

Tampilkan postingan dengan label Amalan TQN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan TQN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

Tawasul


Tawasul adalah sesuatu yang dengannya menjadi dekat, bahwa tawasul diha dapan Rasulullah saw adalah sangat diperlukan karena  untuk  diijabah permohonan, untuk melaksanakan hajat, untuk ampunan dosa, untuk menghilangkan kesedihan,  untuk menghasilkan yang dicita-citakan yang baik baik, dan segalakebutuhan ma nusia muslim, yang dipercaya, terhadap segala kebaikan.

Orang yan meng inkari tawasul adalah menginkari Al Qur’an , dan Sunnah Rasul, serta meng inkari ijma muslimin, sebelum ada bid’ah dan ahwa (keinginan sesuai hawa nafsu) .

            Dalah tarikh orang orang Bani Nadir dan Bani Qoraidah telah mendengan dari Taurat bahwa sifat sifat Muhamad adalah, sifat sifat seorang Nabi, mereka memohon kedatangan Muhammad saw untuk mendapatkan kemenangan  atasorang orang kafir.
وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُواْ فَلَمّاَ جَاءَهُمْ مَا عَرَفُواْ  كَفَرثواْ  بِهِ  فَلَعْنَةُ اللهِ عَلَى الْكَفِرِينْ  البقرة 89
Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi)  untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka  apa yang telah mereka ketahui mereka lalu inkar kepadanya. Maka laknat Allah  atas orang orang  yang inkar itu.  Al Baqoroh 89. 

Dalam sejarah apabila orang orang Bani Quraidah dan Bani Nadir sedang meng hadapi orang orang kafir dan mereka erasa akan kalah segeralah mereka membuka Taurat dan tangan mereka ditaruh diatas tulisan Muhammad sambil mereka berdo’a
َاللَّهُمّ َاِنّاَ نَسْئَلُكَ بِحَقّ ِنَبِيّكَ اَّلذِى وَعَدْتَنَا مَنْ تَبْعَثُهُ فِى آخِرِ الزَّمَانِ اِنْ تَنْصُرْنَا الْيَوْمَ عَلَى عَدُوّنِاَ فَيَنْصُرُوْن
Bani Nadir dan Bani Quraedah adalah ahlul Kitab  (pemegang Taurat )dan mereka suku Yahudi, sedangkan musuhnya (yang orang musyrikin ) adalah  Bani  Aus dan Bani Hojroj  .    

          Pelaksanaan umat sebelum Muhammad yang bertawasul kepada Muhammad yang tercatat dalam Taurat, adalah Syara’ umat sebelum Islam, itu juga menjadi syara’  bagi umat Islam selama tidak ada nasah .
            Dari Al Qur’an sendiri menyuruh  bertawasul  seperti
يا ايها الذين امنوا اتقوا  الله وابتغوا اليه الوسيلة وجاهدوا في سبيل الله لعلكم تفلحون
Hai orang orang yang beriman  bertaqwalah kepada Allah  dan carilah jalan  yang mendekatkan diri kepadaNya dan berjihadlah pada jalanNya supaya kamu men dapat keberuntungan.  Al Maidah 35.  

Secara lahiriyahnya ayat ini bertawasul  dengan seseorang baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, bertawasul dengan ‘amal sholih, karena apabila tawasul ini diartikan perantara maka dengan apa saja yang menjadi perantara adalah jadi .dalam Al Qur’an membuang muta’aliqot adalah berfaidah umum, seperti  ucapan
هَلْ يَسْتَوِى  اَّلذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لاَيَعْلَمُوْن  الزمر  9
  apakah sama orang orang yan pandai dengan orang orang yang tidak pandai  ?

       

Tazkiyatun Nafsi

Tazkiyatun nafsi .
Arti dari tazkiyatun nafsi adalah membersihkan diri, membersihkan jiwa, arti bersih ini bukan bersih dari kotoran yang konkrit melainkan bersih dari kotoran yang abstrak Tazkiyatun nafsi disebut juga dengan penyucian jiwa yaitu suatu upaya /meng kondi sikan jiwa supaya merasa tenang, tenteram dan senang berdekatan dengan Allah  (beribadah), dengan penyucian jiwa dari semua kotoran dan penyakit hati atau penyakit jiwa. Pekerjaan ini  biasanya menjadi persyaratan  bagi seorang salik atau seorang ahli tarekat. Bahkan dalam tradisi tarekat tazkiyatun nafs ini dianggap sebagai tujuan  dalam bertarekat, karena dengan bersihnya jiwa maka berbagai penyakit hati otomatis akan dihilangkan, sehingga dapat menjadi dekat kepada Allah.Proses dan sekaligus tujuan ini  dilaksanakan dengan merujuk  pada Firman Allah swt  :
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّهَا  فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوَهَا قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّاَهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّهَا.  ألشمس 7-9 
Dan demi jiwa dan penyempurnaannya, maka kepadanya  diilhami jalan  kepasikan  dan ketaqwaan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikannya  dan celakalah orang yang  mengotorinya .

Tazkiyatun nafs ini pada tingkatan prakteknya, kemudian melahirkan beberapa metoda yang merupakan amalan amalan kesufian, seperti berdzikir ‘ataqoh, menetapi syari’ah, dan mewiridkan  amalan amalan sunat tertentu  serta berprilaku  zuhud  dan waro’. 

Kaedah Taqorrub



Metode artinya cara, sedangkan taqorrub artinya mendekatkan diri, jadi arti metode taqorrub adalah dengan cara pendekatan. Metode dapat juga diartikan torekat yang artinya jalan, dan yang dimaksud jalan disini adalah bukan jalan dalam arti untuk lewat kendaraan melainkan cara bagaimana untuk sampai tujuan. Dalam Al Qur’an lafad Toriq diartikan juga jalan, kecuali pada surat At Toriq diartikan bin tang yang cahayanya menembus, dan dipakai bersumpah oleh Allah, karena Kholik bersumpah dengan makhluknya.
            Lafad-lafad  at Toriq pada Al Qur’an sbb :
وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقْ (86-1 ), اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُواْ  وَظَلَمُواْ  لمَ ْيَكُنْ اللهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ  وَلاَ لِيَهْدِيْهِمْ طَرِْيقًا   (4-168 -)  اِلَّا طَرِيْقَ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا اَبَدًا  وَكاَنَ ذَلِكَ  عَلَى للهِ يَسِيءرًا (4-169) ....ا
اَنْ تُحْرِجَكُمْ  مِنْ اَرْضِكُمْ  بِسِخْرِهِمَا وَيذْهَبَا  بِطَرِيْقَطِكُمُ الْمُثْلىَ (20-63)  وَلَقَدْ اَوْحَيْنَا اِلَى مُوْسَى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِى فَاضْرِبْ  لَهُمْ طَرِيْقًا فِى اْلبَحْرِ يَبَسَا.... (20-77)  نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ اِذْ يَقُوْلُ اَمْثَلَهُمْ  طَرِيْقَةً اِنْ لَبِثْتُمْ اِلاَّ يَوْمًا (20-104)  وَمِنَّا دُوْنَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا ( 72-11) وَاَنْ لَوْاسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ َلاَسْقَيْنَاهُمْ  مَاءً غَدَقاً  (7216)  وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوَقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ  وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ  غَافِلِينْ (23-17)
Dari lafad yang bermacam ragam kandungannya, secaragaris besar adalah mempunyai ma’na jalan  yang dapat diartikan  metoda atau cara. 

            Taqorrub berasal dari kata qoroba /qoruba yang artinya dekat. setelah dirobah untuk disesuaikan dengan kalam Arab akan menjadi taqorrub yang artinya pendekatan diri. Taqorrub disini berma’na mendekatkan diri kita kepada Allah swt, karena Allah sendiri sudah menyatakan dekatnya kepada kita, tetapi apakah kita ini mau menyatakan dekat kepada Allah atau tidak Allah sendiri dalam Al Qur’an menyatakan. Al Baqoroh 186 .
وَاِذَا سَألَكَ عِبَادْى  عَنّىِ  فَاِنّىِ قَرِيبْ   البقرة 186
Dan apabila hamba hambaKu bertanya kepadamu tentan Aku , maka (jawablah)  bahwasanya Aku adalah dehat .  al Baqoroh 186

Dalam  surat qof  lebih tegas lagi pengakuan Allah itu 
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ اْلوَرِيدْ   ق 16
Dan Kami lebih dekat kepadanya  daripada urat lehernya .

            Cara  bertaqorub banyak sekali tetapi yang paling efektif adalah  melakukan berdzikir kepada Allah, karena  dengan berdzikir berarti menyatakan  jadi orang yang banyak berdzikir adalah orang yang sedang berlatih dekat kepada Allah. Diantara ayat-ayat Al Qur’an yang menunjukkan bahwa kita banyak berdzikir untuk mendekatkan diri kepadaNya adalah sbb:
وَاذْكُرْ رًبَّكَ كَثِيْرًا  وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِِّ  وَالْاِبْكَارْ  ال عمران 41
Dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banaknya  serta bertasihlah  diwaktu petan dan pagi.  Ali Imran 41
يَا اَيّهُاَ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اذْكُرُواْ اللهَ ذِكْرًاكَثِيْرًا  * وَسَبّحُواْ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا .الاحزاب 41-42
Hai rang orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah yang sebanyak banyaknya. Dan bertasbilah kepadaNya diwaktu pagi dan petang                Al Ah zab 41-42. 
Bertasbih adalah tugas untuk malaikat, tetapi bertasbih juga adalah tugas manusia yang beriman, kita diperintahkan bertasbih  pagi dan sore, atau  bertasbih dari pagi sampai sore, atau bertasbih dari pagi sampai sore dan dari sore sampai pagi Bertasbih sebagai pekerjaan malaikat selain tugas yang sudah rotin dalam satu macam tugas adalah bertasbih sebagaimana diakui oleh malaikat yang diterangkan dalam Al Qur’an
وَنَحْنُ نُسَبّحِ ُبِحَمْدِكَ  وَنُقَدّسِ ُلَكَ / البقرة  30
…………padahal kami senantiasa  bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ……..

Tetapi  juga bahwa bertasbih adalah pekerjaan mahluk  yang di langit dan di bumi
سَبَّحَ للهِ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَهُوَ اْلعَزِيْزُ  اْلحَكِيمْ  / الحديد 1
Semua yang berada dilangit dan yang berada dibumi  bertasbih kepada Allah  (menyatakan kebesaran Allah ). Dan Dia lah yang Maha Kuasa  atas segala sesuatu .

Apabila mahluk yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih maka kita juga disuruh  bertasbih  dan disuruh juga berusaha /berkasab untuk mencari rizki  yang halal, tidak hanya menunggu adanya rizki yang datang dari langit karena ma kom kita adalah makom usaha tetapi tidak dengan melupakan berdzikir dan bertasbih .
وَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلَوةُ  فَانْتَشِرُواْ فِى ْالاَرْضِ وَابْتَغُواْ مِنْ فَضلِ اللهِ  وَاذْكُرُواْ اللهَ  كَثِيْرًا  لَعَلّكَمُ ْتُفْلِحُونْ
الجمعة 10
Apabila telah ditunaikan sembahyan, maka bertebaranlah  kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah  dan ingatlah  Allah banyak banyak  supaya kamu beruntung. Al Ju’ah 10 .
            Apabila orang mau berdzikir kepada Allah , maka Allah pun membalasnya
فاذكرونى اذكركم واشكروا  لى  ولا تكفرون  البقرة 152
Karena itu, ingatlah kamu kepada Ku niscaya Aku inat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada Ku dan janganlah kamu menginkari nikmat Ku. Al Baqoroh 152
           
Orang yang mau berdzikir berati orang mau dekat dengan Tuhannya , dan mau menyatakan kedekatannya, karena walaupun Allah sudah menyatakan dekat, ma nusianya belum tentu mau menyatakan dekat, dan pernyataan dekat ini dilaksanakan dengan banyak berdzikir. Orang yang sudah dekat dengan Tuhannya  dia mau apa saja tentunya tidak ada kesulitan, karena Dia lah yang memiliki segala galanya 



 Sumber Al-Hikmah

By Abu Bakar Bin Ahmad Mansor
(S.Kom.I.,C.St.,CH.,CHt.,NNLP)

Rabu, 24 Agustus 2011

Faidah Wirid


Faidah wirid .

                Di depan telah diterangkan wirid tiaf ba’da maktubah dan wirid  mingguan, baik berjama’ah atau munfarid. Wirid munfarid tentunya dihasilkan oleh yang ber wirid, demikian juga bila berjama’ah akan dihasilkan oleh berjama’ah, hal ini karena Allah Maha Mendengan dengan sifat sama’ Nya . 

                Berdo’a itu sendiri diperintahkan Allah, maka orang melakukan berdo’a adalah melaksanakan perintah Allah. Berwirid juga berdo’a maka berwirid adalah melaksanakan perintah Allah . 

وَقَالَ رَبُّكُمْ اُدْعُوْنِى اَسْتَجِبْ لَكُمْ   غافر 60
Dan Tuhanmu berfirman.Berdo’alah kepadaku, niscaya akan Kuperkenankan  bagimu . Ghofir 60 .

                Orang berdo’a adalah orang yang berhubungan langsung kepada Tuhan,berha dapan langsung kepada Tuhan, maka tentulah ada etikanya, karena jangankan ber hadapan dengan Tuhan, kita berhadapan kepada pejabat yang sama sama manusia ju ga ada etikanya apalagi berhadapan /menhadap kepada Tuhan, untuk meminta. Da lam sebuah hadits diterangkan bahwaorang berdo’a adalah harus suci harus bersih 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَيَقْبَلَ اِلاَّ طَيِّبًا  وَاِنَّ اللهَ اَمَرَ اْلمُؤْمِنِيْنَ  ِبمَا اَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينْ فَقَالَ تَعَالَى يَااَيّهُاَ الرُّسُلُ  كُلُواْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحًا. وَقَالَ يَااَيُّهَا ا لَّذِيْنَ اَمَنُواْ كُلُواْ مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ . ثُمّ َذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ  السَّفَرَ اَشْعَثَ اَغْبَرَ  َيُمّدُ يَدَيْهِ  اِلَى السَّماَءِ  يَا رَبِّ يَارَبِّ  وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ  وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَِمِ

فَأَ ّنَى يُسْتَجَابُ لَهُ . رواه مسلم
Dari Abi Hurairah ra, telah berkata, telah bersabda Rasulullah saw :
Sesungguhnya Allah itu baik,tidak menerima sesuatu kecuali yang baik,Dan se sungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang orang Mukmin (serupa) de ngan apa yang telah diperintahkann kepada Rasul-rasul, maka Allah telah berfirman Hai Rasul-rasul makanlah dari ssegala sesuatu yang baik, dan bekerjalah kamu dengan pekerjaan yang baik. Dan telah berfirman: Hai orang –orang yang ber iman! makanlah dari apa apa yang baik yang telah Kami rizqikan padamu. Kemudian beliau  menceriterakan seorang laki-laki yang telah jauh perjalanannya, berambut kusut, penuh dengan debu, Dia menadahkan kedua tangannya  kelangit dan berkata “Wahai Tuhan”–“wahai Tuhan“sedangkan makanannya haram,minu mannya haram, pakaiannya dan dikenjangkan  dwengan barang yang haram, maka bagaimana  ia akan  diterima  permintaannya ?  H.R. Muslim .

                Dalam contoh hadits ini adalah seorang berdo’a untuk dirinya sendiri, itu syaratna harus diri sendirinya itu jangan tercampuri apa apa yang haram,baik itu be rupa makanan yang dimakan, ataupun pakaian dan juga minuman.Dari hadits tersebut menunjukkan bahwa yang haram dapat menjadi hijab terhadap seseorang yg sedang bermaksud / mempunyai tujuan.

                Manusia adalah mahluk sosia, artinya kita  tidak akan dapat hidup sendiri ter masuk kita dalam fisik kita sendiri embutukan orang lain untuk emenuhi kebutuhan kita maka kitapun berkewajiban untuk mendo’akan kepada orang lain,agar kita ter masuk  manusia yang shalih/shalihah . 

اِذَا مَاتَ اِبْنُ اَدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ  صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ رواه مسلم
Apabila manusia ati maka semua amalnya terputus kecuali tiga, pertama sodakoh ariyah, kedua ilmu yang diambil manfa’atnya, da ketiga anak sholih yang men doa kan . HR Muslim . 

                Diambil dari hadits tersebut, bahwa kita wajib mendo’akan kepada orang lain baik orang lain itu orang tuanya sendiri maupun orang lain bukan orang tuanya sendiri .diantara do’untuk orang tuanya sendiri
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَاِلدَيَّ وَارْحَمٍهُمَا كَمَا رَبَّياَنِى صَغِيْرًا
Ya Allah apunlah aku, dan apunilah dua orang tuaku, dan kasihanilah ibu bapak ku sebagaimana ibu bapakku mengurusi aku diwaktu aku masih kecil .

                Dan do’a yang untuk orang lain yang umum misalnya
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينْ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاِحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
Ya Allah ampunilah dosa dosa mukminin mukminat muslimin muslimat baik yang masih hidup maupun  yang sudah ati .
                Berdo’a janganlah sekali kali mendo’akan orang lain atau diri sendiri untuk celaka, atau do’a –do’a yang jelek, tetapi do’akanlah dengan do’a yang bagus,karena do’a adalah bagaikan sepucuk surat yang dilayangkan melalui pos, maka bila surat itu tidak sampai ke alamat, karena orang yang dituju tidak ada, maka akan kembali kepada sipengirim. Demikian juga do’a harus do’a yang bagus karena kalau do’a itu tidak sampai tujuan maka do’a itu akan kembali kepada pengirimnya. Jadi kalau yang kembali itu adalah bagus, akan senanglah yang menerimanya, baik itu diterima oleh
 orang lain maupun diterima oleh kita sendiri . 

                Pada prinsipnya dalam TQN wirid wirid itu adalah do’a , baik do’a itu untuk sendiri ataupun do’a untuk orang lain, maka tidak perlu ragu lagi membaca wirid wi rid yang dipakai baik wirid itu dipakai di TQN ataupun wirid yang biasa dipakai oleh ulama ulama dimana saja, sebab tidak ada ulama manapun yang berusaha men sesatkan masanya atau pengikutnya, semuanya juga ulama adalah mengikuti jejak Rasulullah saw sebagaimana disebutkan oleh Nabi saw
اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الاَنْبِيَاءِ
Ulama adalah  pewaris  para Nabi. oleh karena itu kita ikuti ulama.


                Sumber : Al Qur’an Tarjamah . Miftahus Sudur  Al Adzkar . Al Hikmah