Most Post

Perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya

Perkembangan Pondok Pesantren Suryalaya                 Masa KH Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh).                 Riwayat...

Rabu, 08 Agustus 2012

Haji Awang Lambor 1900-1963


Salah seorang guru pondok yang paling berpengaruh di Jajahan Tumpat pada pertengahan abad ke-20 Masihi. Seangkatan dengan Haji Mohd. Saleh Pedada, Haji Yaakub Kelong, Haji Daud Geting dan Haji Pak Man Berangan. Nama sebenar tokoh ulama’ yang dilahirkan di Kg. Padang Merbau, Lambor, Wakaf Bharu sekitar 1900 ini ialah Haji Abdullah bin Haji Omar.

Bapanya Haji Omar bin Haji Abdul Rahman – lepasan pondok di Patani – ialah seorang Khatib di surau mukim Jal Kecik, juga adik kepada Haji Yusoff bin Haji Abdul Rahman, Imam Tua mukim Meranti di Jajahan Pasir Mas. Datuknya, Haji Abdul Rahman yang berasal dari Kota Bharu Reman adalah Imam perintis di surau mukim Jal Kecik. Beliau sendiri bersepupu dengan Hajjah Zainab bt. Hj. Yusoff yang kemudiannya menjadi isteri kepada Tuan Guru Haji Mohd. Zain Meranti, guru awalnya.


Seorang sepupunya lagi ialah Haji Ahmad bin Haji Yusoff, Imam mukim Meranti yang meninggal dunia pada 21 Ogos 1961. Juga bertalian dua pupu dengan Tuan Guru Haji Abdullah bin Haji Ali, Kg. Jalah, Bunut Susu (meninggal 2 Ogos 1931). Manakala Pak Chu Haji Mat Saman bin Haji Abu, guru al-Quran ternama di kawasan Lambor/Kubang Batang sebelum Bah Air Merah (1926) itu pula ialah abang iparnya. Kerana latar belakang keluarga yang sedemikian maka tidak hairanlah jika beliau sudah mula terdedah kepada pengajian asas agama sejak kecil lagi.


Selepas menuntut beberapa ketika dengan Tok Kenali dan Tok Selehong beliau pergi menamat di kota Makkah selama 9 tahun lagi. Barisan gurunya termasuk Syeikh Omar Hamdan, Tuan Mukhtar Bogor, Tok Senggora, Tok Shafie Kedah, Pak Cik Wan Daud Patani, Haji Sulong Patani, Pak Da Ail Patani dan Syeikh Muhammad bin Syeikh Nik Dir Patani. Pada 1934, pulang ke Kelantan iaitu mendirikan Pondok Lambor yang telah melahirkan tokoh-tokoh seperti Haji Mat Nor Rushdi Haji Awang Gagah (pengasas Pondok Tasat di Legor, Thailand). Haji Wan Mat Wan Saleh (pendiri Pondok Paya Ular di Bunut Susu), Haji Mohd. Nor Haji Abdullah (guru Pondok Teliar), Pak Su Che Wil Haji Abdul Rahman (Imam Tua mukim Delima), Pak Su Loman (Imam Bunut Susu), Haji Yaakub Awang, Kg. Jelutong, Gunong, Bachok dan Haji Che Wil Abdul Latif, Kg. Meranti Besar. Tuan Guru Haji Awang Lambor berpulang ke rahmatullah pada pukul 3 petang Sabtu 27 Zulkaedah 1382 bertepatan 20 April 1963 dan dikebumikan di tanah perkuburan Islam Pondok Lambor, Wakaf Bharu.



Sumber : Akhbar Malaysia, Other Blog


By Abu Bakar Ahmad Mansor

S.Kom.I, CH,CHt,NNLP, M.SHOT

Senin, 28 November 2011

Tentang Penulis

ABU BAKAR AHMAD MANSOR
( S.Kom.I, M.A, CH, CHt, CI, MNLP)

PRESIDEN & PENGASAS -  MASTER TRANCE ACADEMY

INSTRUCTOR, EDUCATOR, CONSULTANT, SPIRITUALIST, THERAPIST,

HP : +60199942423 (Manager)
**********************************








Beliau merupakan seorang presiden dan pengasas Master Trance Academy. MTA adalah sebuah akedemi pelatihan yang bergerak dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia atau lebih dikenal dengan Human Resources Development. Secara umum MTA bergerak dalam bidang agama dan sains sosial, manakala secara khusus dalam bidang kerohanian (spiritual), hypnosis, NLP dan terapi.


Selain itu, beliau merupakan lulusan Sarjana Sastera Pengajian Islam dari Universiti Utara Malaysia dan Sarjana Muda Komunikasi Islam dari Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah, manakala kini beliau sedang melanjutkan pelajarannya ke pringkat PhD. Antara bidang yang diceburi adalah Pengajian Islam (Tasawuf & Tarekat), Komunikasi Islam (Dakwah), Pemikiran Islam (Falsafah), Sains Sosial (Psychology, Hypnosis, Neuro Linguistic Programming (NLP), Therapy, Drug Rehabilitation).


Beliau mempelajari Ilmu Agama Islam dari Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia dan Pondok Tahfiz Ar-Rahmaniah, Tumpat, Kelantan, Malaysia. Manakala Ilmu berkaitan Sains Sosial dipelajari daripada beberapa ilmuan dari Malaysia dan Indonesia melalui beberapa sesi pentauliahan dan pengkuliahan.


  

PENDIDIKAN FORMAL

Sek.Keb.Ismail Petra (1), Kota Bharu, Kelantan      

Sek.Men.Keb.Putera, Kota Bharu, Kelantan       
        
Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra, Kelantan     

Universitas Latifah Mubarokiah,Tasikmalaya, Indonesia       
-Sarjana Muda Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Universiti Utara Malaysia
- Sarjana Sastera Pengajian Islam (M.A)


PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL

Pondok Tahfiz Ar-Rahmaniah, Tumpat, Kelantan

Pondok Pesantren Suryalaya,Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia       



PENDIDIKAN NON FORMAL 

Hypnosis SHOT-Indonesia
-Certified Master Trainer Spritual HypnOtivation Theraphy (M.SHOT)

IBH - Indonesian Board of Hypnotherapy
-Certified Hypnotist (CH)
-Certified Hypnotherapist (CHt)

ISHH - Indonesia School Hypnosis & Hypnotherapy
-Certificate of Attendance

Neo NLP Society, Indonesia
-Certified Neo Neuro Linguistic Programming Parctitioner(NNLP Parctitioner)

Radix Training & Consulting, Indonesia
-Certified Public Speaking

Master Trance Academy, Malaysia
-Certified Master Hypnotist (CMH)
-Certified Grand Master Hypnotherapy (CGMH)
-Certified Instructor (CI)

National Guilde of Hypnotists, America
-Certified Clien Centered Hypnotherapy (CCH)



Minggu, 18 September 2011

Pengangkatan Wakil Talqin


            Sebagaimana dimaklumi bahwa seorang pemimpin biasanya ada wakilnya, wakil ini digunakan atau bekerja melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas yang diberikan oleh pemimpinnya. Seorang kepala negara juga punya wakil sehingga untuk menanggulangi kemungkinan kekosongan pemimpin dikala pimpinan itu sedang tidak ada ditempat bertugas maka ditempat bertugas itu sudah ada wakilnya yang melaksanakan  pekerjaan pimpinan  itu. 

            Seorang wakil talqin  berkewajiban memberikan  talqin kepada siapa saja yang membutuhkan talqin, karena talqin tidak akan diberikan kepada orang yang tidak membutuhkan. Talqin dzikir tidak dapat diberikan oleh seorang guru di sekolah seba gaimana guru mengajar disekolah, tetapi memiliki prosedur tersendiri, yaitu orang yang mentalqin harus ma dzun (ada izin) dari syekhnya. Bagi seorang yang akan ditalqin harus  punya keinginan untuk diberi talqin dzikir, dan harus minta, baik minta langsung atau minta tidak langsung. Minta langsung artinya minta yang tidak melalui perantara, dan minta tidak langsung ialah melalui perantara, karena bila berombongan dan sudah ada yang minta maka mereka semua dianggap sudah minta, hal yang demikian berlaku dimana saja. 

            Untuk menjadi seorang wakil talqin dapat dipilih oleh Syekh Mursyid, ikhwan-ikhwan tidak dapat menentukan siapa yang akan menjadi wakil talqin, karena wewenang ada pada Syekh Mursyid. Syekh Mursyid dalam memilih wakil talqin pun tidak asal-asalan melainkan betul-betul selektip, karena tentu saja tanggungjawabnya lahir batin     

            Seorang Mursyid akan mengangkat wakilnya tentunya sangat selektip karena yang akan diberikan oleh wakil adalah sebuah Kalimah Toyyibah,  yang sangat beratsar, sebuah kalimah yang diucapkan oleh  nabi –nabi sebelum nabi Muhammad saw, yang menghasilkan dapat masuk Jannah, yang menjadikan tidak ada rasa takut di kuburnya dan diwaktu dibangkitnya, menjadikan diampuni segala dosa walaupun dosanya  sepenuh jagat raya, yang menjadikan suci jiwa si pengucapnya, sucidan bersih dari syirik jali dan syirik khofi , menjadikan si pengucap  orang yang kholison mukhlison, membersihkan kalbu dari ‘ala’iq-‘alaiq yang menjadi unsur-unsur hijab, menjadikan jiwa bersih dari rodzail (perbuatan rendah) yang bersifat hayawaniyah, dapat membawakan dzakir kearah mudawamah berdzikir, menjadi seorang yang shidiq, mukhlis, berilmu laduni, dan asrirul gaibiyah, dapat menyaksikan macam-macam ketajalliyan ilahiyah dengan syarat diambilnya dari Qolbin Taqiyyin Naqqiyyin dari selain Allah. Bukan memberikan sebuah kalimah yang didengan dari orang awam.walaupun ternyata bunyinya sama tetapi  ma’nanya berbeda /bermacam-macam. 

            Kalbu yang menerima benih tauhid dari kalu yang hidup, benihnya menjadi berkembang sempurna, sedang benih yang tidak sempurna tidak berkembang tidak tumbuh,  sesuai dengan sabda Nabi saw : 
اِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ  مَن قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ يَبْتَغِى بِذَالِكَ وَجْهَ اللهِ (بخارى مسلم)

Sesungguhnya Allah mengharamkan masuk neraka bagi orang-orang yang membaca  La Ilaha illa Allah  yang mengharap wajah Allah  ( Buhro Muslim).

            Demikianlah orang yang dipilih Syekh untuk mewakilinya tidak sembarang pilih, tetapi betul-betul, karena dengan bashirohnya lah beliau akan memilih. 

Sumber :  Miftahus Shudur .

Diantara Orang Yang Menolak Tasawuf


Diantara orang yang menolak Tasauf

            Sudah mulai bermunculan orang membuat/mencetak buku yang ber isikan menolak tasauf, atau menolak torekat. Mereka merasa bahwa menurut ilmu penge tahuan mereka tasauf adalah salah, alasannya sangat bermacam-macam, namun bagi orang yang mendalami tasauf  kelihatannya biasa-biasa saja.
           
            Diantara mereka ada yang mengemukakan bahwa manakib atau kisah manakib adalah tidak benar, karena akal tidak akan dapat menerimanya. Bagi mereka yang menggunakan kisah manakib, kemudian meneliti juga, ternyata hasil mereka mengemukakan bahwa kitab manakib itu isinya menyangkut seluruh segi kehidupan dsari pada seorang Syekh  yang antara lain :
1.      Segi riwayat tentang jerih payah seorang Syekh dalam mencari ilmu-ilmu seperti Ilmu Fikih, Ilmu Adab, Ilmu Hadits, Tafsir, Ilmu Thariqat, sehingga beliau menjadi dikenal sebagai ulama besar yang mahir soal ilmu alat dan lain-lain.
2.      Segi mengenai bagaimana keteguhan hati beliau dalam memegang ketentuan hukum Allah, terhadap yang haram tetap haram dan yang halal tetap halal, ( baca kisah mengaku-ngaku sebagai Tuhan kepada Syeh Abd Qodir Al Jaelani
3.      Segi kekeramatannya, karena sudah bukan rahasia lagi bahwa Syekh Abd Qodir Al Jaelani adalah seorang Waliyullah.
4.      Segi tentang kehidupan bermasyarakat Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Bagaimana sikap, tindak tanduk dirinya dalam menghadapi guru yang pernah mengajarkannya ilmu itu, demikian juga sikap beliau  terhadap orang kaya dan miskin, penguasa dan rakyat kecil  dan sebagainya.

Dari sini kita tahu bahwa kitab-kitab yang menjelaskan  tentang manakib adalah memberikan penjelasan bukan hanya kekeramatannya saja melainkan banyak segi-segi lainnya yang dijelaskan didalamnya. Tetapi sebagian orang membacanya hanya berkisar kepada yang mengenai kekeramatannya saja, mereka tidak teliti  sehingga berani mengatakan  kitab manakib seperti itu merusak Aqidah Islam.
           
            Sejak zaman sebelum Rasulullah saw lahir dan sesudah wafatnya manakiban sudah ada dan diterangkan dalam Al Qur’an. Contoh manakib yang ada dalam Al Qur’an seperti  manakib Maryam, Dzul Qornain, Ashabul Kahfi,  dan lain-lain. Dan setelah Nabi wafat banyak kita dapati manakib dalam hadits shahih seperti manakib Abu Bakar, Umar, Ali, Hamzah, Abi Sa’id, At Tijani, Syekh Abdul Qodir, dan sebagainya.  Dan dalam Al Qur’an pun disebutkan
وَمِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ  عَلَيْكَ  المؤمن 87
“Sebagian dari mereka telah aku ceriterakan kepadamu dan sebagian lainnya  belum aku ceruterakan kepadamu “

ayat ini diperkuat dengan ayat lain sbb:
وَرُسُلاً قَدْ قَصَصْنَهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلاً لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللهُ مُسَى تَكْلِيْمًا النساء 164
Dan Kami telah mengutus rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan  tentang mereka kepadamu .Dan Allah telah berbicara kepada Musa  dengan langsung.

Dari ayat ayat diatas bila diteliti dapat diambil  beberapa pengertian sebagai berikut :
1.      Kita dianjurkan Allah untuk bangkit mengadakan penelitian sejarah, baik dari sumber Al Qur’an, Al Hadits atau dari sumber lain yang dapat dipercaya.
2.      Bila sejarah sudah diteliti maka hasilnya dianjurkan untuk diceriterakan  kepada umat secara lisan maupun tulisan.
3.      Terjadinya pengertian itu karena banyak sekali sejarah para Nabi, sejarah Shalihin, sejarah Auliya,  yang belum diterangkan Allah dalam Al Qur’an

            Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat hipothesis, telah membuktikan bahwa pada zaman permulaan Islam di Indonesia terutama di Jawa  para mubaligh Islam yang dipimpin oleh walisongo telah mengajarkan kepada masyarakat Islam tentang ilmu tarekat , manakib dan amalan –amalan lainnya yang selaras denngan itu  Praktek seperti ini ternyata berjalan dan berkembang  terus sampai sekarang bahkan oleh masyarkat Islam hal tersebut  dijadikan sebagai sarana  dakwah  Islamiyah. .    

Praktrek upacara manakib terus berkembang, dan disatu tempat dengan tempat lain dapat berbeda, namun hanya kaifiyat saja, sedangkan intinya sama misal: Disatu tempat melaksanakan manakib dengan disiapkan dahulu makanan makanan yang tertentu misal ada tumpeng, panggamh ayam, dan lain lain, dan setelah selesai  makanan itu dimakan bersama sama dan, sisanya dapat dibawa pulang masing-masing.

Ditempat lain tidak demikian melainkan cukup dengan kaum muslimin berkumpul dan upacara dimulai dan salah satu isi acaranya adalah membacakan Layang Syeh (sejaran Syeh Abdul Qodir Jaelani).Setelah selesai ada sekedar makanan yang bukan diada-adakan  dan mereka makan bersama.
Ditempat lain melaksanakan manakiban kalau ada kepentingan , misal mau hitanan anak atau mau menikahkan, atau sedang  mengadakan syukuran karena mendapat nikmat. Yang demikian biasanya bentuknya adalah berupa pengajian atau tablig Agama Islam.
Pada tempat-tempat lain pun ada juga yang berbeda beda, dan disini tidak akan diuraikan dari bentuk bentuk lain karena keterbatasan. Tapi yang jelas bahwa dalam upacara manakiban dibacakan sejarang seorang tokoh Islam, dan biasanya yang dibacakan adalah sejaran Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. 

            Maksud mengadakan upacara manakib.
Upacara manakib iani mempunyai istilah yang berbeda-beda misal disatu tempat disebut dengan  manakiban  ditempat lain disebut dengan pembacaan layang syeh di tempat lain disebut dengan  Dulqodiran  dan mungkin ada lagi istilah yang digunakan masyarakat. Mereka mengadakan manakiban masing masing mempunyai maksud yang diantaranya :
1.      Untuk menghormati mencintai dzurriyah Nabi Muhammad saw seperti dinyatakan dalam Al Qur'’an
قُلْ لاَ اَسأَلُكُمْ عَلَيْهِ اَجْرًا اِلاَّ الْمَوَدَّةَ فِى الْقُلُوْبْ الشورى 23
Sesungguhnya Aku tidak meminta  kepadamu  sesuatu apapun atas seruanku , kecuali kamu berkasih sayang  terhadap keluarga,

Pengertian keluarga disini adalah keluarga Nabi saw, pernah dalam persdoalan ini diantara shahabat ada yang bertanya tentang keluarga dan Nabi saw menjawab:  keluarga Ali bin Abi Talib beserta Fatimah, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far, dan kelu-
Arga Abbas.
2.      Untuk mencintai para Solihin, Auliya dan lain-lain. Sebagaimana anjuran Nabi saw  (dalam Fathul Baari)
مَنْ عَادَى لِى وَلِيًا فَقَدْ اَذَنْتُهُ  بِالْحَرْبِ   رواه البخارى  عن ابى هريرة
Siapa saja yang memusuhi Wali Ku  maka Aku umumkan perang  kepadanya.
3.      Untuk mendapat berkah, sebagaimana di terangkan dalam kitab Gausul ‘Ibad , yang disusun oleh Abus Shoif, halaman 32 
لَقَدْ رَاَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ أُمَّ سُلَيْمْ تَجْمَعُ عَرَقَهُ فِى اَنِيَةٍ مَعَهَا وَكَاْنَ نَائِمًا فَاسْتَيْقَظَ وَقَاْلَ : مَاْ ذَاْ تَصْنَعِيْنَ يَا أُمَّ سُلَيْم , فَقَاْلَتْ  هَذَا عَرَقُكَ نَجْعَلُهُ فِىْ طِيبِنَا وَهُوَ اَظْيَبُ الطِّيْبِ , وَفِى رِوَايَةٍ اَنَّهَا قَالَت: يَا رَسُلَ اللهِ نَرْجُو بَرَكَتَهُ لِصِبْيَانِنَا فَقَالَ لَهَا عَلَيْهِ  الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ
مُقِرًّا  وَمُشْجِعًا وَمَادِحًا : أَصَبْت.     رواه الشيخان  والنسائى
Rasulullah saw melihat Ummu Sulaim mengumpulkan  air keringatnya Nabi saw dalam satu tempat  dimana Nabisedang tidur, tiba-tiba Nabi terbangun seraya berkata “apa yang kamukerjakan hai Ummu Sulaim ?. Jawabnya “ air keringatmu ini akan ku jadikan wangi wangian, karena ini wewangian yang paling harum. Dalam satu riwayat  Ummu Sulaim menjawab “Hai Rasulullah aku berharap barakahnya air keringatmu ini untuk anak anakku . Nabi bersabda dengan pernyataan  yang penuh kesungguhan sambil memuji “ Silakan kamu “
4.      Untuk bertawasul  dengan Syekh Abdul Qodir Jaelani karena Allah semata.
يَا يُهَا الذِّيْنَ اَمَنواْ اِتَّقُوُا اللهَ وَابْتَغُواْ اِلَيْهِ الْوَسِلَةَ  وَجَهِدُوأ فِى سَبِيْلِهِِ لَعَلكُمْ تُفْلِحُوْنْ المائدة 35
Hai orang-orang yang beriman, patuhlah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan kepadaNya  dan berjuanglah dijalan Allah  supaya kamu menjadi  orang yang beruntung .
5.      Diantara mereka ada juga yang bernadzar

_________
Sumber : Imron ABA .